No Comments 42 Views

Alunan Ombak Pulau Leukon

Minggu pagi berulang-ulang kulihat jam di hpku. Duh.. Sudah kesiangan, gimana mau ngetrip jam segini. Janji mau trip ke pulau. Ya sudah lah tunggu.. Gumanku dalam hati. Temanku Shaf Wan Sri Sunomi ternyata telah menunggu di pom bensin. Dengan menggunakan dua mobil kami meluncur ke Desa Lafakha Family Trip ke Pulau Leukon. Syawan Nomi dan putranya Majid serta 2 jagoanku ikut satu mobil dengan mereka. Sementara aku gabung dengam mobil Sri Novi dan suaminya serta istri tercintaku Sri Farini Rahayu dan Kakakku Maini . Dengan kecepatan yang sedikit dipercepat kami meluncur ke Desa Lafakha sekitar 85 km dari Kota Sinbang. Cuaca cerah namun sedikit berawan. Teman yang sudah begitu lama menunggu di dermaga Lhok Sitok tak henti-henti nya nelpon. “Mengapa terlambat bang?. Robin/Perahu Nelayan sudah nunggu abang dari pukul 09.00 pagi tadi” Katanya. Dalam hati aku juga merasa tak enak telah molor waktu karna biasa selalu on time.. Maklumlah yang kita ikuti para ibu-ibu seleb.he. he.. . Semua pada katawa. Tak lama sampailah kami di Dermaga. Persiapan menyeberang ke Pulau Leukon, karna kami lumayan banyak terpaksa dua kali trip. Life Jacket sebagai standar safety sudah stanby diatas rak robin. Karna memang sudah kesiangan, alun ombak pasti besar. Sepuluh menit berlayar alunan ombak mulai terasa. Bagi yang tak pernah melihat ombak mungkin sedikit kecut. Namun kulihat wajah kedua jagoanku Dwi dan Threez terlihat menikmatinya. Majid teman sepermainan anakku pun terhibur. Maklum, anak pulau. Harus selalu diajak ke alam agar selalu belajar tentang alam dan mencintai alam. Karna anakku Threezha sudah dua kali ke pulau ini. Alunan arus ini hanya sepuluh menit. Benar saja, setelah melewati arus, robin berlayar seperti biasa dan tiga puluh menit berlalu kami telah tiba di pantai Lhok Pangku. Kemudian kami kembali menjemput Syafwan Adi dan Nopi. Robin pun mulai berlayar lagi. Keunikan mulai terasa tak kala melewati arus yang sama tidak ada alunan ombak seperti yang kami lalui tadi, seperi hilang. Dari bapak pemandu menjelaskan. Bahwa tergantung situasi angin. Tadi waktu berangkat angin sedikit kencang karna sudah terlalu siang dan untuk menuju pulau, ini hal yang begitu sudah biasa. Trip kedua pelayaran robin untuk menjemput Novi alunan ombak hanya riak-riak kecil. tak ada cerita seperti pelayaran pertama. Aku harus selalu bolak balik tetap berada di robin. Karna harus bisa mengetahui bagaimana kondisi pelayaran. Karna mereka sahabatku anak-anakku istriku kakakku. Mereka harus menikmati liburan. Di Pulau Harapan tepatnya di Pantai Lhok Pangku, anak-anak kami riang gembira berenang dan bermain pasir putih sambil menangkap udang kecil di sungai yang tak begitu besar. Kak maini sedang menyiapkan rebusan gurita yang kami beli dari nelayan Rp. 50.000 yang lumayan besar. Ulekan sambal cabe asam kak Maini menambah rasa lapar. Makanan yang sudah disiapkan dari rumah pun siap terhidang dibawah pohon rindang, teduh dan alami. Sambil berebutan rebusan gurita, gulai labu dan sayur bening makan siang terasa di Rumah Makan Simpah Raya Medan yang sudah cukup terkenal. Memanglah Kak Maini. Sambanyo lamak bana. Setetelah menikmati makan siang, sesi fhoto-fhoto dipantaipun berlanjut. Macamlah gaya.. He. .he dalam hatipun berguman, semoga mereka menikmati liburan. Kami tak punya cukup waktu di pulau ini, maklum kami tadipun sudah terlambat. Selama lima jam di Leukon, tak terasa waktu sudah menunjukan 17.00 wib, kita harus kembali. Untuk trip pertama pulang, kak Maini dan keluarga syafwan masih tinggal di Pulau, jagoanku, novi dan adi yang meluncur duluan. Dalam pelayaran yang cuma 30 menit ini nikmati saja. Beginilah alam terkadang sedikit menampakkan kegagahannya dan kekuasaan ada ditangan Allah swt. Setelah dropping di ujung pante yang tidak begitu jauh dari dermaga. Robin kembali menjemput Syawan keluarga dan kak Maini. Dalam perjalanan, sebuah perahu dayung kecil berpapasan, dengan hanya menggunakan dayung mereka mengayuh dengan perlahan. Mengikuti alunan ombak, kami akhirnya mendekati perahu itu dan mengikat sekaligus menarik mereka karna kebetulan satu arah ke Pulau Leukon. Dari pak tua yang punya perahu robin menjelaskan, Sepasang suami istri ini kemana mana selalu berdua meski umur mereka tak muda lagi. Kesawah berdua, memancing berdua, mengarungi lautan juga dilalui berdua.. Wow.. Patut jadi contoh,. Alangkah besarnya cinta mereka. Saling mengisi dalam suka dan duka. Tiba di pulau Syafwan dan keluarga sudah menyiapkan semua peralatan untuk di angkut kembali. Dan tak pernah lupa selalu membersihkan sampah sebelum meninggalkan pulau. Dalam perjalanan menjemput Syafwan. Walau melalui alunan ombak lagi, tampak wajah kak Maini dan Nomi terlihat menikmati pelayaran. Yang penting kita nikmati karna perjalanan untuk liburan ini mahal tak bisa di hitung dengan rupiah. Kak Maini pun menyampaikan pesan, jangan ajak kakak ke pulau lagi,! Memangnya mengapa kak?? kakak takut kalau ke pulau..ya.. ya. TAPI TAKUT KETAGIHAN, kata Kak Maini sambil tersenyum dan tertawa gembira. Sebelum sampai di dermaga Lhok Sitok kulihat arah belakang perahu. Ya Allah, Matahari Sunset yang terlihat jelas bulatan dan ukiran awan diantaranya. Pertanda sang mentari kembali keperaduannya. Bukti kekuasaan Allah. Sampai Jumpa lagi Pulau Leukon.

LEUKON 50

Trip to Leukon Island

LEUKON 24

Trip to Leukon Island

LEUKON 11

Trip to Leukon Island

LEUKON 05

Trip to Leukon Island

LEUKON 03

Trip to Leukon Island

IMG20170326121144

Trip to Leukon Island

IMG-20170326-WA0001

Trip to Leukon Island

Comments

comments

About the author:
Has 19 Articles

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Calendar Event
March 2019
M T W T F S S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
NEWSLETTER

Back to Top