No Comments 332 Views

Pesona Alam Pulau Mincau

” TRIP TO MINCAU ISLAND ”
(FRAZHA HOMESTAY)
Pagi minggu itu pukul 07.30 kami sudah berkumpul di Baneng Resort untuk trip ke Pulau Mincau. Karna beberapa hari yang lalu sahabat kami Dewi, pemilik Baneng Resort bersedia memberikan pinjaman speed boat untuk mengantarkan kami ke Pulau Mincau.. “Siapkan BBM aja ya bang”, Kata Dewi. Setelah diskusi dengan beberapa teman yang tertarik trip ke Pulau Mincau, setuju…!! Dengan pertimbangan kalau menggunakan Speed Boat bisa lebih cepat sampai di Pulau, yang sering dikunjungi para pecinta bahari baik local maupun bule yg datang ke Simeulue. Persiapanpun mulai dilakukan, life jacket yang memang sudah disiapkan dari rumah sebagai standard safety untuk sebuah perjalanan laut. Si abang kapten speed boat sudah mulai meng ON kan enginenya. Bunyi aungan mesin sebagai tanda persiapan berangkat. Satu persatu kami mulai menaiki speed boat.. “Come on..!!! Time for Mincau”, kata kabok lan (panggilan akrab untuk guide kami Ilan Surf Guide). Romi Kale juga ikut kami yang memang spesialis surfer dan tembak ikan. Buyung Simponi Asmizar Asboy si ahli komputer dan Nerfi Safra yang sudah mempersiapkan camera actionnya serta Princes Sri Novi dan suaminya Adi, ikut dalam perjalanan kami. Tak ketinggalan istri tercinta Sri Farini Rahayu yang selalu menemani kemanapun kalau ngetrip. Perlahan dan pasti speed boat mulai meninggalkan Pantai Busung menuju Pulau Mincau. Riak alunan ombak mulai terasa, memecah buihnya laut. Kami juga berpapasan dengan kapal bule yang lagi lego jangkar. Dari arah buritan kapal terlihat si bule melambaikan tangan sebagai sapaan. 15 menit sudah perjalanan kami sudah mendekati Pulau Teupah yang pasti akan dilewati kalau starnya dari Pantai Busung, si abang kapten sedikit mendekat arah ke pulau, dari ujung batu terlihat pohon kelapa dan cengkeh yang tumbuh subur dari kejauhan. Tak terasa Pulau Mincaupun mulai terlihat, teman-teman tak sabar ingin segera sampai di tujuan. Sang kapten perlahan dan pasti terus melajukan kecepatan speed boatnya sambil sekali-kali menghisap rokok yang diberikan Asmizar untuk menambah semangat membawa kami ke pulau. Hampir 30 menit lebih berlalu kami sudah hampir mendarat namun karna ombak lumayan ektrim, walau agak kesulitan untuk mendarat. si abang kapten yang sudah cukup pengalaman, mengarahkan speed boat ke sudut pulau kecil di Mincau sambil menunggu tenggang waktu sampai ombak berhenti beberapa saat, kami mulai berenang ketepi dengan menggunakan life jaket dan papan surfing. Tepat pukul 11 siang lebih sedikit kami sampai di pulau. Setelah mendarat di Pulau Mincau.. Wooo… Amazing…!!! Pulau ini memang sangat indah, hamparan pasir putih dan air laut yang bersih membiru menambah ketakjuban akan ciptaan Allah SWT. Pulau kecil di sudut pantai Pulau Mincau semakin menambah keidahannya. Teman-teman mulai mempersiapkan segala keperluan, tenda yang sudah dipersiapkan untuk menjaga kalau hujan. Sebelum melakukan aktifitas kamipun sudah sepakat untuk tetap menjaga kebersihan pulau dengan tidak membuang sampah sembarangan. Romi Kale mulai menyiapkan tombak ikan dan siap terjun kelaut untuk mencari buruan. “Abang, faal sakajap nau (abang tunggu sebentar ya) ” sambil mengangkat tombak ikan sebagai isyarat mau menyelam menombak ikan. Teman kami Nerfi yang juga karyawan sebuah Bank di Simeulue begitu ceria dengan camera actionya, Princes(Nopi) dengan tongsisnya terlihat suka cita mengabadikan sudut-sudut keindahan alam Pulau Mincau. Ilan Surf Guide pun mulai bermain surfing/selancar di ombak sekitar pulau.. Wow.. Semakin melengkapi perjalanan kami. Sekitar pukul 14.00 perut sudah mulai keroncongan tanda jam makan telah tiba. Sembari menyiapkan makan siang, Romi Kale juga sudah kembali pulang sambil menenteng ikan hasil buruannya. “Pas banako,” kata Asmizar, dengan logat bahasa jamee yang kental.. “Ala lapa kito..” Dicari-cari tido dapek, dinanti-nanti datang sajo”. ujar Asmizar. Dengan ikan hasil buruan Romi Kale, kami mulai menyiapkan panggangan ikan alami. Nerfii, Asmizar dan semua teman saling gotong royong bakar ikan. Hasil tangkapan Romi Kale lumayan untuk makan siang. Setelah makan siang kami melanjutkan Trekking Pulau Mincau. Diujung bebatuan pulau ada lobang besar menyerupai goa. Karena penasaran beberapa teman mencoba untuk masuk walau dengan susah payah. Ternyata didalamnya ada hamparan pasir putih yang bersih dan udaranya sangat sejuk. Kami mencoba menikmati beberapa saat, sambil terus mengabadikan dengan camera SLR. Nerfipun dengan camera action tak ketinggalan mengabadikanya tanpa takut kehabisan memori karna nemang sudah mempersiapakan memory big size. Saat lagi recording video suara asmizar terdengar, ” Ayo ke Simeulue..”. Teriaknya dari jauh. Setelah puas di spot ini, tak terasa matahari mulai condong ke arah barat tanda sore datang menjelang. “Ayo sadonyo persiapan pulang,” kata ilan surf guide. Kamipun mulai persiapan packing kembali peralatan. Si Abang kaptenpun sudah kembali meng ON kan engone speed boat, pertanda waktu TRIP IS OVER.. Speed boat perlahan meninggalkan Pulau Mincau dalam hati selalu berharap. Agar Pulau Mincau selalu dijaga akan keindahannya..
Ayo ke Simeulue..!!

Reservasi:
Mobile: +62 813 6015 2738
Instagram: @AkilRozha
Facebook: Akil Rozha

Pulau Mincau

Speed Boat to Mincau Island

Pulau Mincau

Pulau Mincau

 

Pulau Mincau

Pulau Mincau

Comments

comments

About the author:
Has 19 Articles

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RELATED ARTICLES
Calendar Event
March 2019
M T W T F S S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
NEWSLETTER

Back to Top